News Update :

Tekno

Kuliner

Politik

Ekbis

Pendidikan

Opini

Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliner. Tampilkan semua postingan

Sate Menthok Manyus, Es Legen Maknyes!

Sabtu, 31 Agustus 2024

Jalan-jalan dan kulineran ke Kota Wali, Tuban, kurang afdol rasanya tanpa mampir ke Warung Sor Sawo. Di sini tersedia kuliner khas Tuban yang yang jarang dijumpai di tempat lain. Apa itu? Tepat sekali; Sate Menthok dan Becek.

Inilah kuliner yang sudah cukup populer hampir 30 tahun terakhir. Tempatnya tak jauh dari pusat kota, yakni di Semanding. Tepatnya, di Jl Mojopahit Gg Buyung No.180, Krajan, Karang, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Menurut penuturan Pak Supri, warungnya ada sejak tahun 1994. Awalnya berada di pinggir jalan raya utama. Tapi karena warungnya terdampak proyek, akhirnya pindah ke dalam gang kampung seperti sekarang.

“Dalam sehari biasanya bisa mengahabiskan 10 atau kadang juga 20 ekor menthok. Bahkan hari besar bisa sampai 25 ekor sehari,” tutur Pak Supri.

Dalam pengolahannya tidak ada resep khusus. “Dagingnya kita potongi dan irisi untuk sate. Kemudian potongan lainnya beserta tulang untuk bahan becek,” terang pria 66 tahun itu.

Untuk sate biasanya seporsi 5 tusuk. Masing-masing tusuk ada 4 irisan daging menthok yang dibakar menggunakan panggangan dengan dikipasi di atas bara arang sedang sampai matang. Baru setelah itu dihidangkan di atas piring disertai kecap khas Tuban, yaitu kecap Cap Laron.

“Kami menggunakan jenis kecap. Untuk pembakaran kita gunakan kecap kedua. Sedangkan untuk yang penyajian kami gunakan Cap Laron. Kecap dituang di piring, diberi irisan bawang dan tomat serta sedikir sambal,” demikian Pak Supri menjelaskan.

“Kalau becek bumbunya hampir mirip dengan gule dengan tambahan mesoyi dan jinten serta rempah lainnya,” terangnya lagi.

Becek ini juga hampir mirip dengan kare, karena kuahnya menggunakan santan sehingga rasa gurihnya makin dapat disamping juga dari kaldu menthok yang telah digodok selama satu jam lebih.

Kunjungan bersama Tim Mediaguru, Agustus 2024.

Kunjungan pertama pada tahun 2012.

Ini sebenarnya kunjungan saya kedua setelah tahun 2012 silam. Saat itu warungnya lebih sederhana dari sekarang. Terbuat dari dinding gedek tanpa cat. Kini sudah semakin lebih bagus dengan tanpa meninggalkan kekhasannya sebagai warung Sor Sawo sebagaimana 12 tahun lalu.

Soal citarasanya juga tidak ada perubahan. Satenya masih mantap dengan gurih-manis yang khas. Mungkin karena bumbu kecapnya, yang resepnya masih orisinil. Tekstur daging menthok pada sate juga cukup lembut. Dibandingkan daging ayam terasa lebih keset, dan lebih lembut dari daging kambing.

Untuk becek menthoknya kuat di rempahnya. Isinya lebih banyak daging-daging yang menempel di tulang belulang. Berkat proses masaknya yang cukup dan tepat, keempukannya masih didapat dan tidak perlu susah-susah menggerogotinya, cukup dengan menyedotnya halus sudah langsung bisa dikunyak. Pada bagian tertentu, seperti di tulang iga masih tersisa rasa sedikit amis unggas. Tapi ketika sudah tercampur nasi atau empok (nasi jagung) dan kuahnya yang diolah dari banyak rempah menjadikan amisnya hilang.

Untuk minumannya bisa memilih minuman khas Tuban, yaitu legen. Pokonya dijamin maknyusss!

Silakan simak juga videonya di sini:



Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

KFC Eleven, resto bermenu sehat dari KFC

Jumat, 19 Juli 2013

DARMONEWS.COM - Trend hidup sehat nampaknya mulai diperhatikan oleh KFC Amerika. Mereka membuat sebuah restoran yang menyajikan hidangan yang lebih sehat untuk target pasar yang lebih tinggi. Restoran baru ini bernama KFC Eleven.

Nama dari KFC Eleven terinspirasi dari 11 resep rahasia yang digunakan Kolonel Sanders untuk membuat Original Chickenkhas KFC. Presiden KFC Amerika, John Cywinski, mengatakan bahwa nantinya konsep dari KFC Eleven ini berbeda dengan KFC yang biasa. 

Menurutnya, tidak akan ada logo Kolonel Sanders yang dipakai di logo KFC Eleven. Tetapi sebagai gantinya, unsur-unsur budaya khas KFC tetap dituangkan dalam logo maupun konsep restoran KFC Eleven.

Makanan yang disajikan di KFC Eleven berupa aneka salad segar, roti panera dengan aneka isian sebagai pengganti burger, aneka rice bowl, dan Original Chicken bagian dada yang disajikan tanpa tulang ayamnya alias fillet. 

Penyajian Original Chicken tanpa tulang ini akan menarik pengunjung dari kalangan muda yang tidak ingin makan ayam dengan menggunakan tangan. Selain itu, banyak wanita juga yang ingin makan ayam tanpa tulang karena ingin tetap elegan saat makan ayam. 

Selain makanan, minuman yang disajikan di KFC Eleven ada aneka smoothies yang sehat, dan tentu saja tidak ada soda. Selain makanan utama dan minuman, KFC Eleven juga akan menyajikan waffle sehat dengan garlic mashed potato, salad colesaw, dan disajikan bersama Original Chicken tanpa tulang. 

Cywinski menyebutkan desain eksterior maupun interior dari KFC Eleven ini akan mengusung konsep desain kontemporer. Warna merah dan putih yang menjadi khas KFC akan digantikan dengan warna-warna yang lebih soft dan earth tones. Interior maupun eksterior didominasi bahan-bahan dari kayu, bata, dan lain-lain yang kesannya sangat natural.

KFC Eleven ini dijadwalkan akan dibuka pada tanggal 5 Agustus 2013 di daerah Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. 90 hari setelah pembukaan store pertama KFC Eleven, akan dibuat cabang kedua di Louisville juga. 

Kurang dari setahun setelah peluncuran KFC Eleven, Cywinski juga mengungkapkan akan membuat cabang lainnya yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Semoga nantinya KFC Eleven ini bisa hadir di Indonesia.(odi/odi)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Iga Sapi Asam Pedas

Jumat, 12 Juli 2013

DARMONEWS.COM - Ingin mencari makanan berbuka puasa yang nikmat dan menyegarkan? Tak usah bingung. Anda bisa mencoba membuat sop iga sapi asam pedas. Paduan antara kaldu daging dengan air asam menjadikannya gurih dan nikmat. Terlebih dengan tambahan cabai rawit merah dan irisan tomat hijau semakin terasa segar. Berikut resepnya:

Bahan:
■ 500 g iga sapi berdaging, potong-potong
■ 750 ml air
■ 5 butir bawang merah, iris tipis
■ 3 siung bawang putih, iris tipis
■ 3 cm kunyit tua, iris tipis
■ 3 cm jahe, memarkan
■ 2 cm lengkuas, memarkan
■ 1 batang serai, memarkan
■ 1/2 sdt merica bubuk
■ 2 sdt garam
■ 3 sdm kecap manis
■ 1 sdm asam Jawa, bulatkan, bakar hingga agak kehitaman
■ 5 buah tomat hijau, belah dua
■ 8 buah cabai rawit merah

Cara membuat:
■ Cuci iga sapi, tiriskan.
■ Didihkan air bersama bawang merah, bawang putih dan bumbu-bumbu hingga mendidih.
■ Masukkan iga sapi, kecap dan asam Jawa.
■ Masak dengan api kecil hingga daging iga empuk.
■ Masukkan tomat hijau dan cabai rawit. Rebus hingga lunak.

■ Angkat. Sajikan hangat.

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Yuk takjil dengan es teh yang segar dengan 5 bahan

Rabu, 10 Juli 2013

DARMONEWS.COM - Agar ada sensasi unik dan segar, es teh juga bisa dibuat dengan sensasi unik. Manfaatkan bahan-bahan yang mudah didapat dan diracik untuk membuat es teh jadi lebih enak. Seperti potongan buah segar, selai buah atau sirup buah.

Es teh yang sederhana bisa diracik jadi minuman enak. Agar tak bosan, gunakan 5 bahan ini untuk membuat variasi racikan es teh yang menyegarkan.

1. Serbuk teh dengan infusion rasa buah
Inilah cara paling praktis dalam membuat es teh rasa buah. Sudah banyak serbuk teh yang diberi aroma lemon, strawberry, apel, dan lain-lain. Cukup menyeduh teh saja, lalu tambahkan gula dan es. Bisa juga tambahkan buah segar jika ada.

2. Sirup rasa buah
Campurkan sirup rasa buah ini setelah teh selesai diseduh, lalu tambakan es batu. Sirup rasa buah ini banyak dijual di supermarket. Selain rasanya enakt warna teh jadi berubah sesuai warna sirup.

3. Selai buah
Selai buah juga dapat digunakan jika ingin rasa es the rasa buah alami.Pilih selai buah yang alami dengan potongan buah utuh di dalamnya sehingga ada tekstur dan rasa buah alami.

4. Jus buah segar
Jika Anda ingin membuat es teh rasa buah tanpa mengubah warnanya seperti jika menggunakan sirup, gunakan jus buah segar. Gunakan jus buah seperti jeruk, lemon, apel, dan persik untuk membuat es teh buah yang segar.

5. Potongan buah segar

Untuk rasa lebih alami, pakailah potongan buah segar. Hancurkan sedikit potongan buah segar ke dalam teh agar rasa buah dan teh lebih menyatu. Potongan buah dapat dibekukan terlebih dahulu di dalam freezer dan bisa menggantikan penggunaan es batu. (dtc/roy)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Sour Sally Luncurkan Waralaba Sour Sally Mini

DARMONEWS - Sour Sally, pionir bisnis frozen yogurt di Indonesia, melakukan pengembangan bisnis dengan meluncurkan waralaba Sour Sally Mini. Menggandeng K-Food sebagai Master Franchisor, Sour Sally Mini menggarap peluang pengembangan bisnis frozen yogurt di segmen menengah dengan target pembukaan 50 outlet Sour Sally Mini di tahun pertama. Pengembangan ini memungkinkan Sour Sally untuk memperkuat brand leadershipnya di kategori frozen yogurt dan memasuki kompetisi di kategori es krim.

Sour Sally Mini hadir dengan konsep outlet 3 meter x 3 meter yang berlokasi di tempat-tempat non premium dengan traffic tinggi dan produk dengan harga terjangkau untuk segmen menengah, berbeda dengan Sour Sally yang hadir di lokasi-lokasi premium dengan konsep boutique outlet. Walau lebih hemat, kualitas produk yang ditawarkan Sour Sally Mini sama dengan Sour Sally: yogurt beku premium tanpa lemak dengan bahan baku berkualitas terbaik dari Amerika Serikat.

Untuk investasi awal Sour Sally Mini dibutuhkan sekitar Rp. 220 juta per outlet yang terdiri dari Rp. 50 juta franchise fee untuk 5 tahun dan Rp. 170 juta pendirian outlet serta pembelian mesin dan peralatan-peralatan awal, diluar biaya sewa lokasi serta variable cost bulanan seperti operasional, gaji karyawan dan bahan baku. Diperkirakan, Break Even Point akan diraih dalam 20-22 bulan.

"Investasinya lebih kecil, namun peluangnya lebih besar. Para investor bisa membuka outlet Sour Sally Mini di tempat-tempat strategis yang tidak terbatas di pusat perbelanjaan premium, seperti pertokoan dan food court. Hal ini memperlebar jangkauan dan pasar Sour Sally serta menangkap peluang di segmen menengah di berbagai kota di seluruh Indonesia," ujar Donny Pramono, Presiden Direktur PT Berjaya Bersama Sally (pemegang merek Sour Sally Mini).

Kehadiran Sour Sally Mini memang bukan hal baru karena sejak tahun 2012 Sour Sally mengelola secara mendiri waralaba Sour Sally Mini dan kini telah memiliki 7 outlet di Jakarta, Bekasi, Bandung, Solo dan Palembang. Namun, untuk mengembangkan waralaba Sour Sally Mini, PT Berjaya Bersama Sally menggandeng PT Kuliner Nusantara Sejahtera Indonesia (K-Food) sebagai Master Franchisor - K-Food adalah perusahaan yang menggeluti bisnis kuliner yang selama 9 tahun terakhir sukses menjadi terwaralaba Bakso Kota Cak Man dengan penjualan tertinggi di Indonesia melalui 3 outletnya. Keduanya
menandatangani Perjanjian Master Franchise Jum'at lalu (5/1).

Dengan perjanjian Master Franchise ini, Sour Sally dan K-Food sepakat untuk mengembangkan merek dan bisnis Sour Sally Mini di wilayah Indonesia. "Target kami adalah membuka 50 outlet di tahun pertama dengan penetrasi awal ke Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Medan, Pekanbaru, Balikpapan, Makassar dan Manado, dilanjutkan dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia," kata Ardantya Syahreza, Presiden Direktur K-Food.

Bagi Sour Sally kini memiliki 40 outlet premium di Indonesia dan 1 outlet di Singapura, langkah ini mengukuhkan positioning-nya sebagai bisnis frozen yogurt pertama dan terbesar di Indonesia. Sejak didirikan di tahun 2008 hingga kini, Sour Sally telah berhasil menjual > 8 juta cup dan di tahun 2012 menguasai 70-80% market share frozen yogurt di Indonesia.

Sour Sally dan K-Food optimis dengan peluang besar bisnis Sour Sally Mini.

Kuatnya brand equity dan awareness publik tentang merek Sour Sally, potensi besar pengembangan bisnis frozen yogurt serta pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, menjadi dasar dari langkah pengembangan bisnis mereka. Tak hanya itu, keduanya melihat peluang besar Sour Sally Mini untuk makin mengembangkan bisnis frozen yogurt, bahkan bisa berkompetisi di kategori es krim.

"Pasar yogurt di Indonesia sangat menarik dan penuh potensi namun belum banyak pemainnya. Tiap tahun bisnis ini selalu tumbuh. Berdasarkan riset AC Nielsen, pertumbuhan pasar yogurt meningkat 15% dari Rp. 265,4 miliar di tahun 2011 menjadi Rp. 305,3 miliar di tahun 2012. Dari survey konsumen dan
pasar yang kami lakukan setelah lima tahun berdiri, teridentifikasi bahwa konsumen telah teredukasi tentang unsur kebaikan yogurt bagi kesehatan, memiliki awareness tentang frozen yogurt dan merek Sour Sally. Bahkan, produk frozen yogurt Sour Sally telah berhasil menjadi sebuah produk gaya hidup dan bukan hanya produk trend," tutur Donny.

Melirik seksinya segmen menengah, Ardantya mengatakan: "Umumnya gerai frozen yogurt berlokasi di pusat perbelanjaan premium di kota-kota tertentu dan menargetkan segmen premium. Sementara itu segmen menengah semakin kuat dan berkembang. Jumlahnya tumbuh signifikan sebesar 65% dalam 9 tahun terakhir, dari 81 juta jiwa di tahun 2003 menjadi 134 juta jiwa di tahun 2012; pendapatan tahunan per kapita masyarakat Indonesia pun meningkat dari US$ 1.100 pada 2004 menjadi US$ 3.800 saat ini. Jadi, kami melihat potensi besar bagi Sour Sally Mini bagi segmen menengah," kata Ardantya, yang berpengalaman sebagai market researcher di AC Nielsen sebelum akhirnya terjun menjadi pengusaha.

"Dengan keberhasilan di segmen premium, kami ingin memasyarakatkan frozen yogurt dan merek kami ke kalangan menengah, sehingga makin banyak orang Indonesia yang bisa merasakan pengalaman seru menikmati frozen yogurt Sour Sally yang telah menjadi buah bibir di Indonesia, juga untuk memanjakan
lidah Sour Sally Lovers (panggilan untuk para pecinta Sour Sally) karena dengan Sour Sally Mini, mereka bisa menikmati frozen yogurt favorit mereka dengan harga hemat dan lebih banyak pilihan lokasi," ujar Donny.

Tidak hanya itu, Sour Sally dan K-Food menangkap peluang untuk berkompetisi di kategori es krim yang sedang tumbuh pesat. Berdasarkan riset AC Nielsen, pasar es krim menunjukkan pertumbuhan pesat dan signifikan sebesar 58,7% dari Rp. 1,334 triliun di tahun 2011 menjadi Rp. 2,116 triliun di tahun
2012, sementara itu dengan berkembangnya wawasan dan gaya hidup sehat, ada kebutuhan akan produk es krim yang enak namun tidak menggemukkan.


"Kami melihat peluang frozen yogurt Sour Sally berkompetisi di kategori es krim dan menjangkau masyarakat penggemar es krim yang sadar akan kesehatan. Frozen Yogurt Sour Sally bukan hanya sajian yogurt yang dibekukan, tetapi es krim yang sehat dengan aneka rasa serta topping yang bisa disesuaikan dengan mood dan selera sesuai dengan brand positioning Sour Sally: 'Delicious Doesn't Have to be Sinful'. Dengan berbagai unsur kebaikan yogurt, kami tidak hanya menyajikan produk yang berkualitas dan enak tetapi juga memiliki 'Feel Good Factor'" kata Ardantya. (ril/roy)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Makanan ini sebaiknya dihindari saat bulan puasa

Senin, 08 Juli 2013

DARMONEWS.COM - Bulan puasa sebentar lagi tiba. Biasanya saat berpuasa berbagai makanan enak disajikan sebagai hindangan. Namun, penting untuk memilih dan memperhatikan asupan makanan kedalam tubuh saat berpuasa. Karena bila sembarangan makan atau minum bisa berakibat buruk bagi kesehatan. Nah, sebagai persiapan menghadapi bulan ramadhan, simak makanan dan minuman yang perlu dihindari saat berpuasa :
Makanan yang mengandung Keju dan Coklat Berlebih
Hmmm cheese cake dan berbagai makanan berbahan keju dan coklat memang menggoda. Setelah seharian berpuasa makanan manis sangat menggoda. Namun, sebaiknya hindari makanan ini atau jangan dikonsumsi berlebihan. Sebabnya, makanan tersebut sulit dicerna. Karena sulit dicerna maka lambung kita akan lambat untuk memprosesnya. Sehingga perut bisa menjadi kembung.
Kopi
Kopi mengandung kafein yang tinggi. Kafein pada kopi sangat tidak baik untuk lambung kita. Apalagi saat berpuasa lambung kita tidak terisi lebih dari 14 jam. Secara otomatis asam lambung akan meningkat. Kopi sendiri merangsang pengeluaran asam lambung. Produksi asam lambung berlebih akan membuat kita merasa mual.
Makanan Pedas Dan Mengandung Banyak Merica
Makanan pedas selalu menggoda selera makan. Rasa pedas bisa meningkatkan nafsu makan kita. Apalagi setelah seharian berpuasa. Hati-hati mengkonsumsi makanan pedas karena makanan pedas dapat merusak dinding lambung. Karena dinding lambung juga sensitif terhadap pedas.
Permen Karet dan Gorengan
Asam lambung sangat berbahaya bagi tubuh kita. Permen dan gorengan bisa memicu keluarnya asam lambung. Maka hindari memakan permen dan gorengan saat berbuka puasa, Karena saat berpuasa perut sangat sensitif dan asam lambung mudah meningkat.
Itulah beberapa makanan serta minuman yang baiknya tidak dikonsumsi secara belebihan dan dihindari saat berpuasa nanti. (yh/roy)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Magnum Mini Hadirkan Kenikmatan Memanjakan

Jumat, 14 Juni 2013

Siapa yang bisa menolak kelezatan Magnum? Sensasi luar biasa saat menggigit lapisan coklat Belgia yang tebal dan renyah serta lembutnya es krim premium-nya telah membuat jutaan pleasure seekers jatuh cinta pada gigitan pertama. Menikmati lezatnya Magnum setiap hari tanpa merasa bersalah? Kenapa tidak? Kelezatan es krim vanilla berlapis cokelat belgia yang memanjakan kini hadir dalam ukuran Mini untuk manjakan pleasure seekers setiap hari.

Riri Odang, Senior Brand Manager Magnum menjelaskan, “Magnum percaya bahwa kenikmatan setiap harinya akan bisa memanjakan para pleasure seekers. Kini, Magnum kembali hadirkan cara baru untuk mendapatkan pleasurable experience yang memanjakan melalui Magnum Mini. Hari apa saja bisa memberikan kenikmatan memanjakan, hari apa saja bisa menjadi waktunya Magnum Mini."

Hadir untuk memanjakan para pleasure seekers melalui tiga varian, yaitu Magnum Mini Classic yang berlapis cokelat Belgia tebal yang memanjakan, Magnum Mini Almond dengan kelezatan potongan kacang almond dan mewahnya cokelat Belgia, serta Magnum Mini Brownie yang memberikan kenikmatan sempurna dari potongan brownie dengan perpaduan cokelat Belgia dan kacang mede, semua dalam ukuran mini, 45 ml.

Olla Ramlan, Brand Ambassador Magnum, merasa termanjakan dengan kehadiran Magnum Mini, “Saya percaya bahwa mendapatkan kenikmatan yang memanjakan adalah hak semua orang, dan kenikmatan Magnum merupakan sebuah reward yang tak tergantikan di tengah segala kesibukan saya sehari-hari. Dengan Magnum Mini, saya dapat menikmati kelezatan Magnum setiap hari, baik itu di tengah waktu memanjakan diri atau me time ataupun saat saya berkumpul bersama-sama dengan orang-orang terdekat.”

Peluncuran Magnum Mini dirayakan dengan peluncuran sebuah video digital berjudul “Style by Magnum Mini” yang disutradarai oleh Luna Maya, menghadirkan Olla Ramlan dan didukung beberapa selebriti papan atas dan sosialita seperti Olla Ramlan, Sophia Latjuba, Raffi Ahmad, Kay Moreno, Tipi Jabrik, Hamish Daud, Jessie Setiono, dan Rinaldy A. Yunardi.

Luna bercerita, “Style by Magnum Mini mengetengahkan keindahan dan kemewahan yang bisa ditemukan dan dinikmati dalam dunia pleasure. Video ini bercerita mengenai pencarian pleasure seeker akan kenikmatan yang memanjakan, yang akhirnya ia temukan di Magnum Mini bersama dengan pleasure seekers di sekitarnya. Inspirasi ini terlahir dari pengamatan bahwa setiap orang adalah pleasure seeker, yang selalu ada dalam pencarian akan sebuah kenikmatan yang memanjakan. Ternyata, kenikmatan yang memanjakan dan kemewahanpun bisa kita dapatkan dari hal-hal kecil seperti Magnum Mini.”

Tak hanya itu, peluncuran Magnum Mini juga ditandai dengan diperkenalkannya MAGNUM; sebuah sweet escape versi mini dari Magnum Cafรฉ, hadir dalam konsep pop-up store yang lebih dinamis dan modern yang hadir lebih dekat untuk memanjakan pleasure seekers di kota Jakarta,Pondok Indah Mall 2 lantai 1.

MAGNUM telah hadir di berbagai kota metropolis dunia seperti London, Paris, Istanbul, Mexico City dan Hamburg. Jakarta merupakan kota-kota pertama di Asia yang menerapkan konsep yang serupa.

Riri menerangkan, “Tak hanya menyajikan kenikmatan sempurna dari kemewahan cokelat Belgia dan es krim vanilla lembut, MAGNUM juga menghadirkan sebuah pleasurable experience melalui ‘The New Way of Magnum Dipping’ dengan berbagai pilihan topping baru yang disajikan oleh Magnum Pleasure Makers.”

Magnum Pleasure Makers adalah sederetan sosok muda, dinamis, dan berbakat yang akan mengajak para pleasure seekers merasakan pengalaman menikmati Magnum dengan cara yang berbeda. Merekalah yang akan menciptakan kreasi lezat Magnum Dipping sekaligus menjadi host yang akan menjadikan kunjungan para pleasure seekers ke MAGNUM sebagai sebuah pengalaman yang tak terlupakan.

“Melalui Magnum Mini kami berharap pleasure seekers bisa terus terinspirasi untuk selalu menyempatkan diri mengejar kenikmatan yang memanjakan setiap hari," tutup Riri.


Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Indofood Gelar "Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia”

Kamis, 30 Mei 2013

Para chef dari Bogasari Baking Center membuat Bolu Pelangi
(Rainbow Cake) raksasa, ukuran 2 x 2 m. Setelah selesai kue tersebut
dibagi-bagikan gratis kepada para pengunjung Indofood Festival.
SEBAGAI ibu kota Republik Indonesia, kota Jakarta memiliki beragam pesona, salah satunya kekhasan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat multietnik. Selain itu Jakarta mempunyai kekayaan kuliner yang sungguh luar biasa. Aneka hidangan  tradisional khas Betawi maupun makanan khas dari daerah lain banyak dijajakan di Jakarta. Aneka hidangan khas yang berpenampilan unik tersebut juga memiliki cita rasa nan lezat dan bergizi. Kekuatan cita rasa inilah yang menjadikan suatu makanan dipilih sebagai hidangan favorit oleh masyarakat, bahkan menjadi kuliner andalan kota Jakarta.  Pesona kuliner itu tak hanya dinikmati oleh masyarakat setempat saja, tetapi juga mengundang selera para pecinta kuliner dari kota-kota lain untuk bertandang ke kota metropolitan, sekadar untuk mencicipi aneka hidangan yang mampu menggoyang lidah itu. Tak heran, kini Jakarta kerap menjadi kota tujuan favorit untuk berwisata kuliner.

Menyadari hal itu, Indofood memilih Jakarta sebagai kota penutup acara bertajuk "Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia” ini, setelah meraih sukses besar di kota Medan (Sumatra Utara) yang menjadi persinggahan perdana. Indofood Festival juga ingin ikut memeriahkan perayaan ulang tahun kota Jakarta ke-486 di bulan Juni yang bertema "Jakarta Baru, Jakarta Kita"

Franciscus Welirang, Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk menyatakan bahwa  Indofood Festival adalah ajang untuk mempertemukan serta menyatukan sahabat, kerabat dan keluarga melalui kekuatan cita rasa kuliner. Gelaran acara ini juga sebagai ungkapan rasa terima kasih Indofood kepada masyarakat dan para mitra yang selama ini setia menggunakan produk Indofood untuk memberikan cita rasa istimewa pada makanan hasil olahannya. Lewat ajang ini, Indofood juga ingin mengajak masyarakat untuk mengenal dan mencintai aneka-ragam kuliner khas yang lezat. “Kami ingin memperkenalkan kuliner Indonesia yang diolah, diracik dan diramu oleh pedagang makanan dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas. Sehingga selain menghasilkan makanan bercita rasa lezat, juga bergizi,” tutur Franciscus yang akrab disapa Franky.

Franky berharap penyelenggaraan "Indofood Festival Cita Rasa Pilihan Indonesia” dapat memberikan pengalaman baru bagi masyarakat. Selain menghadirkan puluhan penjaja makanan pilihan,  juga dihadirkan Galeri Indofood, dimana masyarakat dapat melihat dan mengenal rangkaian produk Indofood secara langsung. Pengunjung dapat mencicipi langsung produk-produk Indofood serta melihat wall of fame – sebuah perjalanan dari masa ke masa Indofood. Salah satu UKM binaan Indofood menciptakan kreasi berbahan dasar tepung terigu berupa Bolu Pelangi Raksasa berukuran 2 x 2 meter, juga kreasi cemilan dari produk makanan ringan Indofood. Selain Galeri Indofood, juga terdapat Swalayan Indofood dimana pengunjung dapat membeli produk Indofood.

“Indofood memiliki jangkauan kategori produk yang luas. Mulai dari bahan dasar hingga produk makanan siap santap bagi semua kalangan dan sudah dikenal baik di masyarakat. Diantaranya tepung terigu, minyak goreng, margarin, susu dan produk turunannya, produk makanan ringan, penyedap makanan seperti kecap, saus sambal, aneka bumbu masak, sirup, biskuit, dan mie instan,” ujar Franky.

Menurut Karls Nayoan Jap, Consumer Activation Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Festival Indofood akan digelar di Plaza dan Parkir Selatan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu  (1 - 2 Juni 2013). Acara dibuka untuk umum mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB, dimana para pengunjung dapat masuk secara gratis tanpa perlu beli tiket. Indofood Festival menampilkan 45 pedagang makanan baik dari Jakarta dan sekitarnya maupun perwakilan dari beberapa daerah, seperti Ketoprak Ciragil, masakan Aceh RM. Seulawah, Nasi Goreng Kebon Sirih, Nasi Uduk & Laksa H. Babe Saman, Bakso Lapangan Tembak Senayan, Sate Tulang & Soto Banjar Eldorado, Mie Ayam Bloon Theresia, Gudeg Asli Jogja Ibu Laminten, Bebek Goreng Kaleyo, Soto Kesawan (Medan), Kupat Tahu Gempol (Bandung) dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka hadir di Indofood Festival mengingat aneka makanan tersebut merupakan pilihan masyarakat selama bertahun-tahun.

Di sela acara pembukaan Indofood Festival yang menurut rencana akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jaya Joko Widodo (Jokowi), pertunjukan kesenian kontemporer dan marching band ikut meramaikan suasana. Usai acara pembukaan, Indofood mengajak masyarakat untuk bersama-sama memanggang aneka makanan. Indofood Festival sebagai tempat berkumpulnya keluarga, sahabat dan kerabat sambil menikmati sajian istimewa hasil olahan pedagang makanan. Selain itu, selama dua hari pengunjung dapat menikmati permainan menarik, menikmati hiburan musik yang menampilkan artis papan atas seperti Cakra Khan, Andra & The Backbone, Raisa, dan Geisha. “Anak-anak juga dapat bermain aneka permainan seperti ayunan, basket mini, mobil-mobilan dan sejenisnya,” jelas Karls.

Indofood Jalin Kemitraan dengan World Food Programme (WFP)

Yang juga menarik dari gelaran festival kali ini, Indofood mengajak masyarakat untuk berperan dalam membangun generasi bangsa yang berkualitas dengan memberikan donasi untuk program perbaikan gizi di Nusa Tenggara Timur hasil kerjasama Indofood dengan World Food Programme (WFP).  Program ini berupa penyediaan makanan yang tepat untuk memenuhi gizi yang diperlukan terutama pada periode emas yakni seribu hari pertama kehidupan, mulai masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.


Mekanismenya, setiap pengunjung yang berbelanja Rp 20.000 akan mendapatkan token merah dan biru. Token merah adalah token yang dapat digunakan pengunjung untuk mengikuti berbagai permainan di areal Indofood Festival. Token biru yang bertuliskan “masa depan yang lebih baik” adalah token yang dapat didonasikan ke program CSR. Seluruh hasil donasi baik di Medan maupun Jakarta akan diberikan ke WFP untuk mendukung program tersebut. (arm/mediacare)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Jangan Buang Kulit Bawang saat Disimpan

Senin, 18 Maret 2013


Biasanya, saat menyimpan bawang, terlebih dahulu kulitnya dikupas. Tapi ternyata, cara seperti itu malah akan cepat merusak bawang.

"Buat apa saat menyimpan bawang, kulitnya harus dibuang? Itu sama saja menghancurkan bawangnya. Cara seperti itu salah kaprah," tegas Indra Sudarmodjo, Direktur F&B Cafe Dill Gourmet kepada Okezone saat ditemui di Kawasan Plaza Indonesia, Jakarta baru-baru ini.

Dengan dibuang kulit bawang pada saat penyimpanan, maka itu sama saja menghilangkan rasa dan aroma karakteristik dari bawang. Bawang pun jadi tak memiliki penopang untuk daya segarnya

"Kulit bawang itu kan diciptain untuk menahan udara, bakteri yang masuk dalam daging bawang. Kalau kulitnya dikupas, daya tahan bawang pun tidak ada," ungkapnya.

Menurutnya, dengan terdapat kulitnya maka akan membuat bawang bisa bertahan lama. Terlebih sifat dari kulitnya adalah memproteksi kadar kelembaban maupun udara serta bakteri yang masuk ke dalam bawang.

"Kalau ada kulitnya, bawang bisa bertahan lebih lama, bahkan bisa mencapai satu bulan. Tapi kalau sudah dikupas maka bawang akan cepat rusak," bebernya

Diakuinya lagi, jika terdapat kulitnya maka bawang akan dengan mudah disimpan di tempat apapun, baik di suhu kamar maupun di dalam kulkas.

"Cukup simpan bawang di wadah kalau ditaruh di suhu kamar, tapi kalau di kulkas maka taruh bawang di dalam plastik ziplock atau plastik khusus makanan," tutupnya. (okezone)

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

50 Kuliner Legendaris Nusantara Marakkan FJB 2013

Minggu, 24 Februari 2013


Puluhan kuliner nusantara legendaris tersaji istimewa di gelaran Festival Jajanan Bango (FJB) 2013. Kemeriahan acara tahunan yang dihelat di lapangan parkir Grand City Surabaya (24/2) ini benar-benar memikat masyarakat Surabaya. Betapa tidak, sejak dibuka mulai pukul 10 pagi hingga tutup pukul 22.00 semua stand makanan dengan workers pilihan selalu penuh sesak dijubeli pecinta kuliner nusantara. Ini membuktikan bahwa animo masyarakat terhadap kuliner tradisional warisan nenek moyang sendiri masih amat dihargai. Sehingga tak salah bila Kecap Bango menjadikan event FJB ini sebagai ajang rutin tahunan.
“FJB adalah perhelatan kuliner kebanggaan Bango yang diadakan setiap tahun sejak 2005 sebagai wujud konsistensi misi sosial Bango untuk melestarikan berbagai jenis makanan tradisional, salah satu bentuk warisan Nusantara yang harus dijaga keberadaannya,” tandas Senior Brand Manager Bango, Marieska Widhiana.
Lebih lanjut Marieska mengatakan di sela pembukaan FJB Surabaya bahwa tahun ini, bertepatan dengan  perayaan ulang tahun Bango yang ke-85, FJB hadir mengunjungi para penggemar kuliner di lima kota besar, yaitu Bandung, Surabaya, Malang, Surabaya, dan Jakarta. “Ini semua didasarkan atas keinginan kami mendekatkan diri dengan lebih banyak lagi penggemar kuliner nusantara. Sebelumnya kami telah mengunjungi Bandung, dan senang sekali antusiasme masyarakat di sana sangat tinggi. Untuk itu, bahagia rasanya kali ini kami dapat kembali hadir di Surabaya untuk berbagi keceriaan dan kelezatan FJB yang sudah terkenal sebagai perhelatan kuliner tahunan yang selalu dinantikan,” jelas Marieska.
Ditanya mengenai keistimewaan FJB 2013, Marieska kembali menjelaskan, “Tahun ini FJB mengusung tema ‘Legenda Kuliner Nusantara’ yang merupakan bentuk pernghargaan kami kepada begitu banyak sosok legenda yang telah sepenuh hati melestarikan kuliner Nusantara melalui hidangan legendaries yang mereka persembahkan. Mereka memiliki komitmen dan kecintaan yang begitu tinggi terhadap kuliner Nusantara dan telah menjadi mitra setip sekaligus sumber inspirasi bagi Bango untuk terus mempertahankan misi sosialnya,” papar wanita cantik itu.
Marieska Widhiana, Senior Brand Manager Bango
saat jumpa pers dengan wartawan.
Dalam kesempatan itu, penggemar kuliner Surabaya yang hadir di Grand City juga bisa menyaksikan langsung bagaimana proses pembuatan kecap Bango di area Kampung Bango. Marieska menjelaskan, “Selama 85 tahun Bango telah menjaga kualitas sepenuh hati, di FJB ini kami menghadirkan Kampung Bango yang sangat interaktif sehingga para pecinta kuliner bisa mendapatkan informasi mengenai berbagai keunggulan kecap Bango, baik dari segi penggunaan bahan-bahan alami berkualitas maupun dari segi proses pembuatan yang bersatandar ketat. Kampung Bango kami pesembahkan untuk memperlihatkan kepada para pecinta kuliner bagaimana Bango dengan sepenuh hati selalu berusaha mempersembahkan kecap dengan kualitas yang terbaik, sehingga mereka dapat terus setiap terhadap Bango yang sudah menjadi bagian sangat dekat dalam keseharian mereka.”
Di samping itu, pengunjung FJB juga bisa menyaksikan demo masak resep masakan tradisional pilihan, serta aneka hiburan yang mendidik lainnya.

Lontong Balap yang Melegenda
Kota Surabaya selalu tak pernah absen sebagai tempat penyelenggaraan FJB. Mulai kali pertama diselenggarakan gelaran FJB selalu ‘diserbu’ penikmat makanan dan jajanan tradisional. Surabaya yang terkenal sebagai Kota Pahlawan juga memiliki banyak sajian kuliner khas yang begitu menggoda selera dan sangat melegenda, seperti lontong balap, rujak cingur, pecel semanggi, tahu tek, rawon, dan lain-lainnya. Semuanya juga meramaikan arena FJB. Bahkan lontong balap Pak Gendut dan Tahu Tek Tahu Telor Cak Kahar pada gelaran FJB 2013 ini menjadi wakil Surabaya untuk road show ke FJB di empat kota lainnya.
Lontong balap Pak Gendut selain cita rasanya yang original, makanan dengan bahan utama lontong dan taoge kuah ini telah dijajakan Pak Gendut sejak tahun 1956. Selama hampir 57 tahun cita rasa dan kelezatan lontong balap Pak Gendut begitu terkenal dan melegenda adalah karena menggunakan kecap pilihan. Pak Aries yang merupakan generasi ketiga dari lontong balap Pak Gendut ketika ditanya rahasia kelezatan lontong balap racikannya mengatakan, “Sejak dulu, kami selalu menjaga tiga kelezatan unggulan lontong balap kami, yaitu kuah bening dengan rasa yang khas dan segar, irisan lontong yang punel dan nikmat, serta sambel dan lentho yang mantap. Itu masih ditambah lagi dengan sentuhan kecap Bango yang manis dan legitnya sangat berasa,” papar Aries bangga.
FJB 2013 ini semakin menyita perhatian pecinta kuliner nusantara, karena selain hadirnya dua icon kuliner Surabaya di atas, juga masih ada 8 (delapan) untuk melengkapi 10 Legenda Kuliner Nusantara FJB 2013. Mereka itu antara lain; Tengkleng Klewer Ibu Edi (Solo), Mie Koclok Mas Edy (Cirebon), Sate Jamur Cak Oney (Yogyakarta), Mie Aceh Sabang (Sabang, Aceh), Nasi Pindang Pak Ndut (Semarang), Oseng-Oseng Mercon Bu Narti (Yogyakarta), Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih (Jakarta), dan Sate Klatak Mak Adi (DI. Yogyakarta). Belum lagi 40 legenda kuliner lokal  Surabaya lainnya yang membuat para pecinta kuliner yang mengunjungi FJB Surabaya terpuaskan. Apalagi sajian-sajian istimewa di arena FJB harganya sangat bersahabat, yakni hanya Rp.15.000,- per porsinya.
Pada usianya yang ke-85 tahun, Bango benar-benar menjaga kualitas sepenuh hati, sebagaimana para legenda kuliner nusantara tetap memelihara keaslian resep warisan yang rasa dan keunikan cita rasanya bisa dinikmati hingga saat ini dan kelak oleh generasi-generasi penurus. Mari kita tetap lestarikan kuliner nusantara. [arohman]


Baca Juga Artikel Menarik Lainnya :

Metro

Gaya Hidup

Inspirasi

Advertorial

 

© Copyright DARMONEWS.COM 2011 -2012 | Design by Darmo News | Published by Darmo News | Powered by Darmo News.